7 Buatan Indonesia Yang Mendunia

Posted: Oktober 14, 2012 in Uncategorized

Dengan semakin majunya teknologi, ternyata Indonesia yang masih belum tergolong Negara maju, tidak kalah tertinggal. Banyak produk ternama di dunia mempercayakan Indonesia untuk memproduksi sebagian bahkan seluruh produk mereka. Hal ini tentu saja membanggakan, terutama di saat banyak orang Indonesia menginginkan serta mempercayai produk luar negeri yang di anggap lebih baik, ternyata orang luar negeri mempercayai produk Indonesia sebagai buatan yang terbaik dan mereka memilih negara kita untuk memproduksi barang dan benda yang namanya sudah mendunia. Dan berikut 7 buatan Indonesia yang mendunia.

1. SERAGAM NATO

Di awali dengan seragam NATO yang di produksi Indonesia. NATO atau North Atlantic Treaty Organization adalah sebuah organisasi internasional untuk keamanan dunia sebagai bentuk dukungan persetujuan antara Atlantik Utara yang di tanda tangani tahun 1949. Dari ke 28 negara anggotanya, Indonesia memang bukan termasuk salah satunya, tetapi Negara kita ternyata secara tidak langsung punya andil di organisasi yang berpusat di Brussels, Belgia tersebut. Yakni dalam hal seragam serdadu NATO yang gagah itu, ternyata di produksi oleh sebuah perusahaan yang bernama PT Sritex yang berada di Solo, Jawa Tengah.

2. BONEKA BARBIE

Selanjutnya adalah boneka Barbie yang di produksi di Indonesia. Boneka Barbie adalah boneka cantik yang terkenal dan terlaris di dunia. Boneka ini pertama kali di perkenalkan di American International Toy Fair pada tahun 1959. Boneka dan aksesoris mainan yang berasal dari Amerika Serikat ini, dibuat dengan ukuran skala kurang lebih 1/6 dari ukuran sesunguhnya. Dalam proses pembuatan boneka Barbie ini, ternyata hanya ada 2 pabriknya di seluruh dunia. Pabrik pertama berada di China dan pabrik kedua di Jababeka Cikarang, Jawa Barat, Indonesia.

3. AIRBRIDGE BANDARA

Apakah anda mengetahui apa yang di sebut AIRBRIDGE? Mungkin nama ini asing di telinga, tetapi anda mungkin sudah sering menggunakannya. AIRBRIDGE adalah tangga belalai yang di gunakan saat penumpang pesawat akan menuju pintu pesawat. Dan ternyata AIRBRIDGE yang banyak di gunakan di bandara-bandara di dunia ini, pertama kali di buat oleh PT Bukaka di Indonesia.

4. KNALPOT MERCEDES BENZ

Siapa yang tidak tahu mobil mewah bermerek Mercedes Benz? Kendaraan prestisius asal Jerman tersebut banyak di miliki oleh orang-orang menengah atas, baik di dunia maupun di Indonesia. Merek mobil tertua di dunia itu, ternyata mempercayai Indonesia untuk bekerja sama dengannya dalam memproduksi mobil mereka. Yakni knalpot mobil Mercedes Benz dibuat di Indonesia yang pengerjaannya sepenuhnya dilakukan di Purbalingga, Jawa Tengah.

5. RADIO MAGNO

Produk atau buatan Indonesia yang mendunia selanjutnya adalah Magno. Yaitu sebuah radio kayu asli buatan Indonesia yang sudah menebar frekuensi sampai Jepang, Amerika Serikat, Finlandia, Inggris, dan Prancis. Konsep yang di tawarkan oleh Magno tergolong unik, yakni produknya di finishing dengan minyak kayu bukan Pernis. Karenanya sang pemilik harus rajin merawat radionya secara berkala agar tetap prima. Dan pria bernama Singgih Susilo Kartono, sang pencipta Magno, memiliki keinginan agar mengeliminir budaya pakai buang agar tercipta koneksi antara produk dan pemilik. Dengan harga sekitar 200 sampai 300 Dollar Amerika, Singgih menggunakan desainer link untuk menjual karyanya ini.

6. SEPEDA POLYGON

Bagi penggemar olahraga sepeda tentu tak asing dengan merek yang satu ini. Adalah PT Insera Sena, produsen sepeda Polygon yang berdiri sejak 1989 di Sidoarjo, Jawa Timur merupakan pembuat dan perakit sepeda untuk pasar luar negeri. Pada tahun 1991, Insera mulai memproduksi sepeda bermerek Polygon dan sepuluh tahun kemudian mengekspor produknya tersebut ke Singapura, Malaysia. Lalu dua tahun terakhir, mulai menjelajah ke Australia. Dari seluruh unit sepeda yang di produksi, 30% menggunakan merek Polygon, 20% nya untuk pasar lokal, sedangkan 10% nya untuk ekspor ke luar negeri terutama untuk sepeda jenis Mountain Bike Cosmic dan Colossus.

7. ALAT PEMBASMI KANKER OTAK

Dan karya anak bangsa yang terakhir adalah alat pembasmi kanker otak. Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia atau MITI yang bekerja sama dengan CTech Laboratory telah berhasil menemukan alat pembasmi kanker otak. Cara kerja alat pembasmi kanker otak ini adalah dengan menerapkan metode listrik statis, dan sudah diujikan oleh penderita kanker otak kecil. Setelah di aplikasikan selama 2 bulan, pasien tersebut dinyatakan sembuh total. Metode radiasi listrik statis berbasis tomografi ini, sepenuhnya hasil karya anak bangsa Indonesia yang akan menjadi terobosan dalam dunia kedokteran di dunia.

Itulah 7 buatan Indonesia yang mendunia. Sebagai orang Indonesia sudah saatnya kita tidak merendahkan produk dalam negeri, namun sebaliknya BANGGA dan MENGGUNAKANNYA.

Dengan semakin majunya teknologi, ternyata Indonesia yang masih belum tergolong Negara maju, tidak kalah tertinggal. Banyak produk ternama di dunia mempercayakan Indonesia untuk memproduksi sebagian bahkan seluruh produk mereka. Hal ini tentu saja membanggakan, terutama di saat banyak orang Indonesia menginginkan serta mempercayai produk luar negeri yang di anggap lebih baik, ternyata orang luar negeri mempercayai produk Indonesia sebagai buatan yang terbaik dan mereka memilih negara kita untuk memproduksi barang dan benda yang namanya sudah mendunia. Dan berikut 7 buatan Indonesia yang mendunia.

Tak banyak yang tahu bahwa ilmuwan-ilmuwan Indonesia juga turut serta menyumbang pemikiran bahkan penemuan-penemuan penting yang berdampak pada kemajuan dunia.

Berikut beberapa ulasannya:

i
. Joe Hin Tjio, seorang ahli Cytogenetics asal Indonesia menemukan fakta bahwa kromosom manusia berjumlah 23 buah. Melalui penelitian di laboratorium Institute of Genetics of Sweden’s University of Lund, temuannya berhasil mematahkan keyakinan para ahli genetika bahwa jumlah kromosom adalah 24 buah. Ia berhasil menghitung jumlah kromosom dengan tepat setelah menyempurnakan teknik pemisahan kromosom manusia pada preparat gelas yang dikembangkan Dr. T.C. Hsu di Texas University, AS.

1961 – Pondasi Cakar Ayam

Teknologi ini ditemukan oleh Prof. Dr. Ir. Sedijatmo ketika ia sebagai pejabat PLN diminta mendirikan 7 menara listrik tegangan tinggi di daerah rawa-rawa Ancol, Jakarta. Pondasi yang dibuatnya ternyata mampu mengurangi hingga 75% tekanan pada permukaan tanah di bawahnya dibandingkan dengan pondasi biasa. Pondasi cakar ayam ini kemudian digunakan di Bandara Juanda, Surabaya yang memungkinkan landasan menahan beban hingga 2.000 ton atau seberat pesawat super jumbo jet. Selain di Indonesia teknologi yang sudah dipatenkan ini juga digunakan di 9 negara lain, seperti Jerman, Inggris, Perancis, Italia, Belgia, Kanada, AS, Belanda.

1979 – Ketela Pemadam Api

Ketika sedang melakukan uji coba menggunakan cairan pelumas berbahan kulit ketela pohon di Queen Marry College-London University, Inggris, Randall Hartolaksono menemukan teknologi untuk memadamkan api secara efektif dan ramah lingkungan. Ketika itu, cairan buatannya tidak sengaja tumpah dan memadamkan api yang sedang menyala. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata diketahui bahwa cairan tersebut jika terkena panas akan mengeluarkan uap yang dapat menyerang api. Kini temuannya digunakan di berbagai perusahaan pertambangan di penjuru dunia sebagai solusi untuk mengatasi kebakaran.

1983 – Pesawat CN-235

Adalah pesawat dengan mesin turbo propeller hasil kerjasama Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) dengan CASA asal Spanyol. Pesawat ini mampu mengangkut 2 pilot hingga 45 orang penumpang dengan kecepatan maksimal 509 km per jam dan jarak tempuh 796 km. Pesawat ini kemudian digunakan oleh berbagai maskapai penerbangan sipil dan militer di sejumlah negara di dunia

1998 – Kromatografi Tercepat

Di bawah bimbingan Profesor Toyohide Takeuchi di Universitas Gipu, Jepang, pada tahun 1998, Prof. Dr. Rahmiana Zein, yang saat itu sedang melakukan penelitian untuk disertasi doktor bidang kimia menemukan teknik kromatografi tercepat di dunia. Jika sebelum ini peneliti membutuhkan waktu antara 1.000 dan 100 menit untuk membedah senyawa kimia, teknik yang digunakan Rahmiana Zein mampu mendiagnosis senyawa kimia dalam waktu kurang dari 10 menit.

2000 – Teknik Pengeringan Sperma

Teknik pengeringan – yang disebut sebagai evaporative drying – serta penyimpanan sperma dalam ruangan bertemperatur kamar ditemukan oleh Mulyoto Pangestu, seorang mahasiswa Indonesia yang sedang mengambil gelar Ph.D di Monash University, Australia. Uniknya, Mulyoto berhasil melakukannya menggunakan perlengkapan yang dapat ditemukan dengan mudah dan murah. Penemuannya ini dipatenkan di Australia dan menjadi milik Monash University. Akan tetapi, Mulyoto tetap tercatat sebagai penemunya.

2005 – Persamaan Helmholtz
Persamaan matematika ini berhasil dipecahkan oleh Yogi Ahmad Erlangga, dosen ITB asal Tasikmalaya. Ketika memecahkan rumus tsb, Yogi sedang menempuh program Ph.D di Delft University of Technology, Belanda. Persamaan Helmholtz yang berhasil dipecahkannya, membuat banyak perusahaan minyak dunia gembira. Pasalnya, dengan rumus temuan Yogi itu mereka dapat lebih cepat dalam menemukan sumber minyak di perut bumi. Rumusnya juga bisa diaplikasikan di industri radar, penerbangan, dan kapal selam.

2006 – Pemindai 4 Dimensi

Electrical Capacitance Volume Tomography ditemukan oleh Dr. Warsito Purwo Taruno dan dipatenkan secara internasional. ECVT merupakan teknologi yang menggunakan sensor medan listrik statis yang bisa menampilkan gambar 4 dimensi dari tingkah laku gas dan partikel di dalam reaktor tertutup. Teknologi ECVT ini diperkirakan dapat mengubah drastis perkembangan riset dan teknologi di berbagai bidang, mulai dari energi, proses kimia, kedokteran, hingga nano-teknologi.

2010 – Sistem Telekomunikasi 4G berbasis OFDM

Bersama koleganya, Khoirul Anwar, alumni ITB kelahiran Kediri ini merombak pakem efisiensi alat komunikasi. Ia mematenkan temuannya seputar sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Atas karyanya, Khoirul Anwar mendapat penghargaan pada 2010, dari Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC), Taiwan.

Pesawat Pengintai Buatan Indonesia

Posted: Oktober 14, 2012 in INDONESIA

Pesawat Pengintai Buatan Indonesia Kecil-kecil, Alap-alap dan Sriti bak cabai rawit, pantang diremehkan. Pesawat tanpa awak (unmanned aerial vehicle) atau dalam Bahasa Indonesia, pesawat udara nir awak (PUNA) itu memang ukurannya kecil, bentang sayapnya saja kurang dari 4 meter. Tapi, perannya akan sangat besar, terutama menjaga pertahanan wilayah Negara Republik Indonesia. Dari musuh, kapal asing yang menyelonong masuk, juga teroris.

Dan yang paling membanggakan, Alap-alap dan Sriti adalah produk buatan Indonesia, bukan impor. PUNA tipe Sriti sempurna untuk kebutuhan taktis pasukan atau jenis short range, sementara Alap-alap untuk operasi surveillance dan reconnaissance.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Marzan A. Iskandar mengatakan bahwa pihaknya segera memproduksi pesawat tanpa awak itu . Tak sekedar prototipe. “Sekarang kami sedang finalisasi pesawat itu untuk kepentingan pengintaian dan operasi,” katanya usai penganugerahan BJ Habibie Technology Award 2012 di Aula BPPT, Jakarta, Rabu 12 September 2012.

Setidaknya ada dua manfaat dari pesawat tanpa awak made in Indonesia itu. Untuk kepentingan pertahanan — yang salah satunya mengawasi kapal asing yang masuk wilayah Indonesia — juga untuk kepentingan sipil. “Pada waktu lalu, pesawat ini digunakan untuk mendukung pembuatan hujan buatan,”kata Marzan.

Bulan September ini akan dilakukan uji coba bersama dengan Kementerian Pertahanan. “Uji coba akal dilakukan di Halim Perdanakusuma. Setelah itu baru produksi diputuskan dan seberapa banyak keperluannya,” katanya.

Pesawat tanpa awak yang dikembangkan oleh BPPT sesungguhnya sudah muncul dalam lima varian. Tiga merupakan jenis pesawat UAV untuk survei pemetaan sementara dua varian untuk kepentingan pertahanan. Pesawat ini akan dipakai oleh Kementerian Pertahanan maupun TNI.

Selain Alap-alap dan Sriti, sebelumnya ada Pelatuk, Wulung, dan Gagak. Wulung cocok untuk misi pemantauan high altitude. Antara lain, pemotretan udara pada area yang sangat luas, pengukuran karakteristik atmosfer, dan pemantauan kebocoran listrik pada kabel listrik tegangan tinggi.

Sementara, Gagak cocok untuk misi pemotretan dari udara pada jangkauan luas. Dan Pelatuk cocok untuk misi pemotretan udara pada area kecil, pengintaian jarak dekat suatu sasaran, pemantauan hutan, pemantauan laut dan pantai.

Spesifikasi

Seperti apa pesawat pengintai tanpa awak buatan Indonesia? BPPT menjelaskan, pesawat tanpa awak buatan Indonesia akan didesain dengan konsep autopilot dan autonomous. Pesawat ini secara bergerak otomatis melalui kendali Ground Control System (GCS).

“Jadi tetap terkendali, pesawat nggak bisa kemana-mana, sesuai dengan kendali program di GCS,” jelas Agus Suprianto, staf engineering Unit Kerja Pusat Teknologi Industri Pertahanan dan Keamanan Kedeputian Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT di Jakarta, Rabu 12 September 2012.

Untuk Alap-Alap Double Boom dan Sriti, keduanya secara fisik lebih kecil dibandingkan pesawat tanpa awak untuk kepentingan survei pemetaan lainnya. Kemampuan tinggi terbang maksimumnya juga lebih rendah dari pesawat survei pengamatan.

“Pesawat pengintai mampu terbang 7.000 kaki, agar lebih jelas dalam meningkatkan performa fokus pengintaian, pembajakan ilegal logging, pembajakan kapal, jadi lebih ke teknologi pertahanan,” tambah Agus. Dan pastinya tidak berisik dan menarik perhatian.

Untuk memotret objek pengintaian, pesawat khusus ini dilengkapi dengan kamera video buatan SONY. Kamera ini yang beratnya mencapai 9 kg ini, menurut Agus, memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan kamera biasa maupun kamera profesional.

Ia melanjutkan, pesawat akan bisa melakukan pengintaian selepas proses climbing di udara. “Jadi tahapannya, setelah take off, kan climbing, nah setelah itu pesawat baru bisa merekam objek pengintaian. Selama gerak bisa dilakukan pengamatan objek,” paparnya.

Sementara untuk pengiriman data pengintaian, dua pesawat ini sudah dilengkapi dengan sensor yang langsung terhubung dengan GCS di daratan. Sementara, data bersifat real time, dapat langsung diolah di pusat kendali.

“Ini merupakan generasi perintis, generasi awal pesawat tanpa awak di Indonesia,” ujarnya. Pesawat khusus ini akan dipakai oleh Kementerian Pertahanan dan TNI. “Ini masih disesuaikan, semakin kecil semakin lincah,” kata Agus.

Hal ikhwal pesawat tanpa awak pernah jadi perdebatan seru di awal 2012. Terkait wacana Kementerian Pertahanan membeli empat pesawat tanpa awak dari Kital Philippine Corporation (KPC). Pesawat intai tersebut mengkombinasikan mesin dari Italia, infrastruktur dari Filipina, dan teknologi dari Israel.

Wacana itu mendapat tentangan dari Anggota DPR, salah satunya Anggota Komisi I DPR dari Partai Gerindra, Ahmad Muzani yang meminta rencana pembelian pesawat tanpa awak tersebut dibatalkan karena Indonesia sudah bisa mempunyai produk serupa. “Bahkan dibeli negara tetangga seperti Malaysia,” kata dia di Gedung DPR, Jakarta, Senin, 26 Maret 2012.

sejarah wayang kulit

Posted: September 29, 2012 in INDONESIA

Wayang Kulit

WAYANG salah satu puncak seni budaya bangsa Indonesia yang paling menonjol di antara banyak karya budaya lainnya. Budaya wayang meliputi seni peran, seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan juga seni perlambang. Budaya wayang, yang terus berkembang dari zaman ke zaman, juga merupakan media penerangan, dakwah, pendidikan, hiburan, pemahaman filsafat, serta hiburan.
Menurut penelitian para ahli sejarah kebudayaan, budaya wayang merupakan budaya asli Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Keberadaan wayang sudah berabad-abad sebelum agama Hindu masuk ke Pulau Jawa. Walaupun cerita wayang yang populer di masyarakat masa kini merupakan adaptasi dari karya sastra India, yaitu Ramayana dan Mahabarata. Kedua induk cerita itu dalam pewayangan banyak mengalami pengubahan dan penambahan untuk menyesuaikannya dengan falsafah asli Indonesia.

Penyesuaian konsep filsafat ini juga menyangkut pada pandangan filosofis masyarakat Jawa terhadap kedudukan para dewa dalam pewayangan. Para dewa dalam pewayangan bukan lagi merupakan sesuatu yang bebas dari salah, melainkan seperti juga makhluk Tuhan lainnya, kadang-kadang bertindak keliru, dan bisa jadi khilaf. Hadirnya tokoh panakawan dalam_ pewayangan sengaja diciptakan para budayawan In­donesia (tepatnya budayawan Jawa) untuk mem­perkuat konsep filsafat bahwa di dunia ini tidak ada makhluk yang benar-benar baik, dan yang benar-benar jahat. Setiap makhluk selalu menyandang unsur kebaikan dan kejahatan.

Dalam disertasinya berjudul Bijdrage tot de Kennis van het Javaansche Tooneel (1897), ahli sejarah kebudayaan Belanda Dr. GA.J. Hazeau menunjukkan keyakinannya bahwa wayang merupakan pertunjukan asli Jawa. Pengertian wayang dalam disertasi Dr. Hazeau itu adalah walulang inukir (kulit yang diukir) dan dilihat bayangannya pada kelir. Dengan demikian, wayang yang dimaksud tentunya adalah Wayang Kulit seperti yang kita kenal sekarang.

Asal Usul

Mengenai asal-usul wayang ini, di dunia ada dua pendapat. Pertama, pendapat bahwa wayang berasal dan lahir pertama kali di Pulau Jawa, tepatnya di Jawa Timur. Pendapat ini selain dianut dan dikemukakan oleh para peneliti dan ahli-ahli bangsa Indonesia, juga merupakan hasil penelitian sarjana-sarjana Barat. Di antara para sarjana Barat yang termasuk kelompok ini, adalah Hazeau, Brandes, Kats, Rentse, dan Kruyt.

Alasan mereka cukup kuat. Di antaranya, bahwa seni wayang masih amat erat kaitannya dengan keadaan sosiokultural dan religi bangsa Indonesia, khususnya orang Jawa. Panakawan, tokoh terpenting dalam pewayangan, yakni Semar, Gareng, Petruk, Bagong, hanya ada dalam pewayangan Indonesia, dan tidak di negara lain. Selain itu, nama dan istilah teknis pewayangan, semuanya berasal dari bahasa Jawa (Kuna), dan bukan bahasa lain.

Sementara itu, pendapat kedua menduga wayang berasal dari India, yang dibawa bersama dengan agama Hindu ke Indonesia. Mereka antara lain adalah Pischel, Hidding, Krom, Poensen, Goslings, dan Rassers. Sebagian besar kelompok kedua ini adalah sarjana Inggris, negeri Eropa yang pernah menjajah India.

Namun, sejak tahun 1950-an, buku-buku pe­wayangan seolah sudah sepakat bahwa wayang memang berasal dari Pulau Jawa, dan sama sekali tidak diimpor dari negara lain.

Budaya wayang diperkirakan sudah lahir di Indo­nesia setidaknya pada zaman pemerintahan Prabu Airlangga, raja Kahuripan (976 -1012), yakni ketika kerajaan di Jawa Timur itu sedang makmur-makmur­nya. Karya sastra yang menjadi bahan cerita wayang sudah ditulis oleh para pujangga Indonesia, sejak abad X. Antara lain, naskah sastra Kitab Ramayana Kakawin berbahasa Jawa Kuna ditulis pada masa pemerintahan raja Dyah Balitung (989-910), yang merupakan gubahan dari Kitab Ramayana karangan pujangga In­dia, Walmiki. Selanjutnya, para pujangga Jawa tidak lagi hanya menerjemahkan Ramayana dan Mahabarata ke bahasa Jawa Kuna, tetapi menggubahnya dan menceritakan kembali dengan memasukkan falsafah Jawa kedalamnya. Contohnya, karya Empu Kanwa Arjunawiwaha Kakawin, yang merupakan gubahan yang berinduk pada Kitab Mahabarata. Gubahan lain yang lebih nyata bedanya derigan cerita asli versi In­dia, adalah Baratayuda Kakawin karya Empu Sedah dan Empu Panuluh. Karya agung ini dikerjakan pada masa pemerintahan Prabu Jayabaya, raja Kediri (1130 – 1160).

Wayang sebagai suatu pergelaran dan tontonan pun sudah dimulai ada sejak zaman pemerintahan raja Airlangga. Beberapa prasasti yang dibuat pada masa itu antara lain sudah menyebutkan kata-kata “mawa­yang” dan `aringgit’ yang maksudnya adalah per­tunjukan wayang.

Mengenai saat kelahiran budaya wayang, Ir. Sri Mulyono dalam bukunya Simbolisme dan Mistikisme dalam Wayang (1979), memperkirakan wayang sudah ada sejak zaman neolithikum, yakni kira-kira 1.500 tahun sebelum Masehi. Pendapatnya itu didasarkan atas tulisan Robert von Heine-Geldern Ph. D, Prehis­toric Research in the Netherland Indie (1945) dan tulisan Prof. K.A.H. Hidding di Ensiklopedia Indone­sia halaman 987.

Kata `wayang’ diduga berasal dari kata `wewa­yangan’, yang artinya bayangan. Dugaan ini sesuai dengan kenyataan pada pergelaran Wayang Kulit yang menggunakan kelir, secarik kain, sebagai pembatas antara dalang yang memainkan wayang, dan penonton di balik kelir itu. Penonton hanya menyaksikan gerakan-gerakan wayang melalui bayangan yang jatuh pada kelir. Pada masa itu pergelaran wayang hanya diiringi oleh seperangkat gamelan sederhana yang terdiri atas saron, todung (sejenis seruling), dan kemanak. Jenis gamelan lain dan pesinden pada masa itu diduga belum ada.

Untuk lebih menjawakan budaya wayang, sejak awal zaman Kerajaan Majapahit diperkenalkan cerita wayang lain yang tidak berinduk pada Kitab Ramayana dan Mahabarata. Sejak saat itulah cerita­cerita Panji; yakni cerita tentang leluhur raja-raja Majapahit, mulai diperkenalkan sebagai salah satu bentuk wayang yang lain. Cerita Panji ini kemudian lebih banyak digunakan untuk pertunjukan Wayang Beber. Tradisi menjawakan cerita wayang juga diteruskan oleh beberapa ulama Islam, di antaranya oleh para Wali Sanga. Mereka mulai mewayangkan kisah para raja Majapahit, di antaranya cerita Damarwulan.

Masuknya agama Islam ke Indonesia sejak abad ke-15 juga memberi pengaruh besar pada budaya wayang, terutama pada konsep religi dari falsafah wayang itu. Pada awal abad ke-15, yakni zaman Kerajaan Demak, mulai digunakan lampu minyak berbentuk khusus yang disebut blencong pada pergelaran Wayang Kulit.

Sejak zaman Kartasura, penggubahan cerita wayang yang berinduk pada Ramayana dan mahabarata makin jauh dari aslinya. Sejak zaman itulah masyarakat penggemar wayang mengenal silsilah tokoh wayang, termasuk tokoh dewanya, yang berawal dari Nabi Adam. Sisilah itu terus berlanjut hingga sampai pada raja-raja di Pulau Jawa. Dan selanjutnya, mulai dikenal pula adanya cerita wayang pakem. yang sesuai standar cerita, dan cerita wayang carangan yang diluar garis standar. Selain itu masih ada lagi yang disebut lakon sempalan, yang sudah terlalu jauh keluar dari cerita pakem.

Memang, karena begitu kuatnya seni wayang berakar dalam budaya bangsa Indonesia, sehingga terjadilah beberapa kerancuan antara cerita wayang, legenda, dan sejarah. Jika orang India beranggapan bahwa kisah Mahabarata serta Ramayana benar-benar terjadi di negerinya, orang Jawa pun menganggap kisah pewayangan benar-benar pernah terjadi di pulau Jawa.

Dan di wilayah Kulonprogo sendiri wayang masih sangatlah diminati oleh semua kalangan. Bukan hanya oleh orang tua saja, tapi juga anak remaja bahkan anak kecil juga telah biasa melihat pertunjukan wayang. Disamping itu wayang juga biasa di gunakan dalam acara-acara tertentu di daerah kulonprogo ini, baik di wilayah kota Wates ataupun di daerah pelosok di Kulonprogo.

usaha anda

Posted: September 23, 2012 in Uncategorized

lihat diri anda sukses Ini adalah hal yang perlu kita semua miliki sebelum kita akhirnya menjadi sukses. Saat kita sudah bisa melihat diri kita berada pada posisi sukses yang kita inginkan, sebenarnya kita sudah semakin dekat dengan sukses itu. Inilah yang oleh mentor sukses saya, Paul J. Meyer (Founder dari Success Motivation Institute) dikatakan memiliki tujuan yang sejernih kristal.

Semakin kita bisa melihat dan merasakan secara jelas apa yang benar – benar menjadi kesuksesan kita, semakin kita yakin bahwa hal itu bisa menjadi nyata. Ingatlah bahwa otak bawah sadar manusia tidaklah bisa membedakan mana imajinasi dan mana yang menjadi realitas.

Tips buat kita semua hari ini. Mari lihat diri Anda sukses. Saya percaya Tuhan sudah memberikan potensi yang luar biasa untuk setiap kita semua. Pertanyaannya, apakah kita bisa lihat diri kita sukses? Mari lihat diri Anda sukses !

jeritan kami

Posted: September 20, 2012 in Uncategorized

Seberapa besarkah negara ini??? kayaknya luas, tapi apa????? sudahkah para penghuninya(rakyat) mendapatkan yang selayaknya mereka dapatkan?????? belum,itu jawabnya.Dimana saja para pemimpin yang kita junjung untuk memperbaiki nasib kita??? smua yang mereka janjikan mana???? kami telah lelah menunggu. sampai kapan kalian akan bikin kami sengsara?? jika memang ada otonomi daerah lebih bik suatu daerah hanya memikirkan daerahnya sendiri,tak usahlah memikirkan negara ini,negara ini sudah ada pak presiden dan para tikus berdasinya. Ayo para daerah meikirkan daerah nya sendri. Sarana prasarana selayaknya aja.Jika tahun lalu APBD drencanakan untuk membangun ini itu ,lbh baik kah thun in d bwat untuk para rakyat yang kemiskinan. Selayaknya untuk pendidikan biar d gratiskan dan d wajibkan untuk daerah itu sendiri. 100% dana  APBD untuk pendidikan,wajibkan smua warga untuk meraih pendidika.

smua buku-buku di gratiskan,pokoknya smua tentang pendidikai gratiskan. bisa kah d daerah seperti itu??? itu yang kami ingikan,agar peneruskami tidak seperti kami. Miskin,dan thu akan teknologi.

Hello world!

Posted: September 20, 2012 in Uncategorized

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!